rumah tangga

Betulkah Aturan ‘Belum 5 Detik’ ?

Aturan ‘belum 5 detik’ cukup sering digunakan, terutama ibu-ibu yang memiliki anak balita. Bahkan sebuah iklan pembersih lantai (SOS Pembersih Lantai) membenarkan aturan ini. Dalam iklan tersebut ditayangkan seorang ibu memakan anggur hijau yang baru saja terjatuh. Karena lantainya sudah ia pel dengan produk yang ia tawarkan, tepat sebelum memakannya ia tersenyum ke penonton dan berkata, “Belum 5 menit”. Aturan yang di luar sana dikenal dengan “5-Second Rule (Aturan Belum 5 Detik)” lalu di sini diadopsi dan bahkan menjadi belum 5 menit. Betapa iklan bisa begitu menjerumuskan.

Aturan Belum 5 Detik

Bayangkan anda sedang memegang cokelat kesukaan yang dibeli setelah menyisihkan uang rokok anda hari ini. Namun tak disangka, tepat ketika anda hendak memasukkannya ke mulut tiba-tiba cokelat tadi terjatuh ke lantai. Cokelat itu tetap utuh tentu saja. Namun apakah yang akan anda lakukan:

  1. Ikut-ikutan aturan ‘belum 5 detik’ yaitu mengambilnya, membersihkan debu yang menempel, lalu memakannya; atau
  2. Membuangnya saja ke tempat sampah dan membeli cokelat yang sama.

Apabila Anda memilih pilihan kedua, selamat. Anda baru saja terhindar dari memakan sesuatu yang dipenuhi ribuan kuman. Namun jika Anda memilih pilihan A, Anda mungkin belum tahu bahwa aturan belum 5 detik sebenarnya adalah sebuah kebohongan yang jorok. Aturan ini pasti ditemukan oleh seorang anak yang masih ingin menikmati gigitan terakhir dari cokelat Hershey-nya yang terjatuh.

Gagasan bahwa mengambil makanan yang terjatuh dari lantai dalam waktu kurang dari lima detik akan bebas dari kuman pertama kali dibantah oleh siswa SMA bernama Jillian Clarke selama magang di Universitas Illinois pada tahun 2003. Clarke melapisi lantainya dengan bakteri Escherichia coli kemudian menjatuhkan permen Gummy Bears dan kue kering Fudge Stripes ke lantai tersebut.

Dia tidak hanya menemukan bahwa bakteri langsung masuk ke dalam makanan itu dalam waktu lima detik, dia juga mengungkap beberapa fakta menarik tentang perilaku manusia — yaitu bahwa perempuan lebih cenderung memakan makanan yang jatuh dibandingkan laki-laki, dan bahwa kue manis lebih sering diambil kembali daripada sayuran.