makanan

Bahaya Mie Instan: Cukup 2 Kali Seminggu

Murah, enak, dan cepat. Namun bahaya mie instan memang nyata.

Mie instan — juga dikenal sebagai ramen — sudah menjadi makanan pokok bagi sebagian santri pondok fatihul ulum. Sebaiknya mereka mulai merubah kebiasaan ini. Penelitian menemukan bahwa mengkonsumsi mie instan dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom metabolisme [1].

Bahaya Mie Instan

Dalam penelitian tersebut, wanita di Korea Selatan yang mengkonsumsi mie kering cenderung mengidap sindrom metabolisme. Efek ini ternyata tidak berkurang meski melakukan diet makanan sehat maupun berolahraga dengan sering. Orang dengan sindrom metabolisme berisiko memiliki tekanan darah tinggi atau kadar gula darah yang tinggi, serta mereka juga menghadapi peningkatan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes.

“Meskipun mie instan adalah makanan yang mudah dan lezat, makanan ini berbahaya karena  mengandung natrium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat, serta glukosa berlebihan,” kata Hyun Shin, salah seorang penyusun penelitian ini yang juga seorang kandidat doktor di Harvard School of Public Health.

“Meskipun mie instan adalah makanan yang mudah dan lezat, makanan ini berbahaya karena mengandung natrium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat, serta glukosa berlebihan.”

Metode Penelitian

Shin dan rekan-rekannya di Universitas Baylor dan Harvard menganalisis kesehatan dan menu makanan dari hampir 11.000 orang dewasa di Korea Selatan yang berusia antara 19 hingga 64 tahun. Orang-orang tersebut melaporkan apa yang mereka makan serta berapa kali seminggu mereka makan mie instan. Peneliti menggolongkan menu makanan mereka apakah makanan tradisional ataukah makanan cepat saji.

Wanita yang makan mie instan 2 kali seminggu atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terkena sindrom metabolisme daripada mereka yang makan lebih sedikit atau tidak sama sekali, terlepas dari apakah menu makanan mereka termasuk dalam kategori makanan tradisional atau cepat saji. Para peneliti bahkan juga menemukan fakta tersebut di kalangan wanita muda yang ramping dan sering melakukan aktivitas fisik.

Penyebab Bahaya Mie Instan

Menurut Lisa Young, seorang profesor New York University, mie instan mengandung lemak, garam, serta kalori dalam jumlah besar, dan bahan-bahan itu melalui proses (tidak alami). Semua faktor tersebut dapat menjadi penyebab dalam beberapa masalah kesehatan.
“Itu tidak berarti bahwa tubuh setiap orang akan bereaksi dengan cara yang sama, tetapi yang perlu diingat adalah bahwa itu bukan produk yang sehat, dan juga merupakan makanan olahan.”

Young mengatakan ada cara untuk mengurangi bahaya mie instan tanpa harus meninggalkannya sama sekali. “Pertama, jangan memakannya setiap hari,” katanya. “Kedua, kurangi porsi makan.”

Mie instan dilapisi dengan lilin yang dicampur dengan bahan kimia Propylene glycol, dan akan menumpuk di jantung, hati dan ginjal. Hal ini mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh…

Mie instan dilapisi dengan lilin yang dicampur dengan bahan kimia Propylene glycol, dan akan menumpuk di jantung, hati dan ginjal. Hal ini mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh serta sejumlah kelainan lainnya.

Mie instan tidak mudah dicerna oleh lambung. Tidak seperti masakan yang diolah sendiri, mie instan berada dalam perut jauh lebih lama. Ini akan memberatkan kerja sistem pencernaan. MSG dalam jumlah besar juga ditemukan dalam mie instan dan ditengarai dapat menyebabkan disfungsi otak, cacat, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, dan kegemukan.

Secara umum, makanan olahan memang dibuat agar menjadikan ketagihan dan mendorong orang untuk mengkonsumsinya secara berlebihan.


[1]: Sindrom metabolisme adalah faktor-faktor yang menyebabkan tingginya risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes dan stroke.

Sumber:
– Washington Post.
– www.nhlbi.nih.gov.
– reference.com.
– authoritynutrition.com.