kesehatan tubuh

Ambeien atau Wasir – Kenali dan Hindari

Ambeien (Hemoroid atau Wasir) adalah anyaman pembuluh darah yang menjadi bantalan anus membengkak. Anyaman pembuluh darah ini sebenarnya berfungsi sebagai katup agar kotoran tidak mudah keluar dan pelindung bagian dalam anus agar tidak lecet saat buang air.

Ambeien ada dua macam, ambeien dalam dan ambeien luar. Ambeien dalam terletak di dalam anus atau rektum bawah. Sedangkan ambeien luar berada di luar pembukaan anus. Keduanya bisa dialami pada waktu bersamaan.

Apapun jenis ambeien yang Anda derita, semuanya pasti membuat tidak nyaman. Duduk sakit, gatal-gatal, dan nyeri ketika saat buang air besar atau BAB.

Meskipun bukan penyakit yang dapat mengakibatkan kematian namun ambeien yang sudah parah dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Maka sebelum terjadi ambeien yang parah, kita harus cermat mengenali tanda-tanda ambeien agar segera mendapat penanganan.

Ciri-ciri Penyakit Ambeien

Tanda-tanda wasir umumnya tidak dapat dideteksi dini karena masih belum menimbulkan gejala. Namun tidak ada salahnya memperhatikan tanda-tanda berikut guna mendapatkan perawatan lebih baik dan lebih dini.

Rasa Panas di Anus

Rasa panas terjadi biasanya saat duduk terlalu lama atau sehabis buang air besar (BAB). Rasa panas terdapat di anus akibat penekanan pada vena yang sudah mulai membesar.

Ada Darah

Adanya darah segar di kertas toilet, di dalam toilet atau pada tinja sehabis BAB. Pembesaran pembuluh darah bisa diakibatkan oleh aktivitas mengejan saat BAB. Lantaran pembuluh vena itu tipis dan mudah pecah, maka bisa saja terjadi pendarahan saat BAB.

Ada Tonjolan

Pembesaran pembuluh darah dapat berbentuk tonjolan yang keluar dari anus. Biasanya jika sudah mulai ada tonjolan artinya wasir sudah memasuki tahap selanjutnya. Apabila tonjolan masih dapat dimasukan secara spontan ke dalam anus, maka artinya wasir belum terlalu parah namun sudah harus mendapatkan penanganan.

Rasa Sakit

Rasa sakit terjadi di anus terutama sehabis BAB. Sakit bisa jadi diakibatkan dari pembuluh darah yang pecah, teruatama karena ada penekanan dari feses.

Rasa Gatal di Anus

Rasa gatal dipicu oleh infeksi dari luka pada pembuluh darah yang pecah. Lantaran anus merupakan tempat bermuaranya feses, maka kemungkinan infeksinya juga tinggi.

Pencegahan Terkena Ambeien

Pola hidup yang kurang bergerak, makan kurang serat, atau kurang minum air dapat meningkatkan risiko terjadinya wasir. Terlambat menangani keluhan wasir juga bisa memperparah kondisi wasir.

Namun, seperti halnya penyakit pada umumnya, wasir sebenarnya dapat dicegah. Ari menuturkan beberapa hal yang dapat mencegah sakit wasir.

Usahakan Buang Air Besar Dengan Lancar

Mengejan saat buang air akan mengakibatkan pembesaran pembuluh darah di anus (wasir). Buang air besar dengan lancar akan mengurangi kegiatan mengejan. Agar buang air lancar, kita perlu cukup minum air dan makan serat. Serat bisa didapat dari sayur ataupun buah. Bisa juga berasal dari sereal atau agar-agar. Usus besar membutuhkan air dan serat untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Kurangi Makanan Pedas

Terlalu sering mengonsumsi makanan pedas dalam jangka panjang bisa memicu timbulnya wasir. Makanan pedas akan mengiritasi pembuluh darah di sekitar anus sehingga terjadi bengkak.

Banyak Bergerak

Pola hidup kurang bergerak dapat meningkatkan risiko wasir. Karena itu, solusinya adalah lebih banyak bergerak. Usahakan untuk berolahraga 3-5 kali atau minimal 150 menit seminggu. Selain itu, kurangi naik kendaraan untuk jarak yang masih mampu dijangkau dengan berjalan kaki.

Hindari Terlalu Banyak Duduk

Kalau terlalu banyak duduk, darah akan terkumpul di bokong dan lama-lama pembuluh darah melebar sehingga memicu wasir. Pada awalnya mungkin hanya sensasi panas saja yang dirasakan.

Karena itu, cobalah untuk tidak duduk saat melakukan kegiatan yang bisa dilakukan sambil berdiri, misalnya menelepon. Kalaupun pekerjaan Anda mengharuskan untuk banyak duduk, sering-seringlah menyempatkan berdiri, minimal 2 jam sekali.

Hindari Keasyikan di Toilet

Gaya hidup orang sekarang yang tidak bisa lepas dari smartphone sering kali terbawa hingga ke toilet. Padahal keasyikan mengoperasikan telepon cerdas sambil duduk di toilet dapat meningkatkan risiko wasir. Selain itu, membawa telepon cerdas ke toilet hanya akan menambah banyak bakteri yang menempel padanya. Maka dari itu, cobalah untuk tidak lagi berpikir menjadikan telepon cerdas sebagai teman buang air lagi.

Penyembuhan

Penelitian di Amerika Serikat menyebutkan, 50 persen orang dewasa pernah mengalami hemoroid, setidaknya sekali dalam hidupnya. Berita baiknya, ada cara yang tidak susah untuk menghentikan wasir supaya tidak kambuh lagi.

Olahraga Teratur

Nampaknya olahraga adalah obat ajaib untuk mencegah berbagai penyakit. Tidak hanya akan membantu Anda menghindari masalah seperti penyakit jantung, diabetes, dan Alzheimer, tetapi juga menjaga otot Anda kuat dan lentur, bahkan dapat meningkatkan performa seksual dan mencegah wasir kambuh. Harvard Health menganjurkan agar Anda melakukan 20 sampai 30 menit sehari latihan aerobik intensitas moderat, seperti jalan cepat, untuk merangsang perut dan membuat jadwal BAB menjadi teratur.

Bersihkan Area Pribadi

Meskipun alasannya masih belum jelas, beberapa studi menunjukkan korelasi antara kebersihan anus dengan kambuhnya wasir. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 138 relawan, para ilmuwan menemukan hubungan erat antara aktivitas membersihkan anus dan area genital setelah buang air dengan kekambuhan wasir. Para ahli menyarankan agar Anda membersihkan area genital, termasuk anus, sebelum tidur untuk memperkecil risiko kekambuhan.

Perbanyak Serat

Serat merupakan bagian penting dari pola makan dan pencernaan yang sehat. Serat membantu Anda mencegah wasir dengan cara yang sama seperti olahraga-yaitu mencegah sembelit. Konsumsilah sekitar 25 sampai 30 gram serat setiap hari, yang dapat Anda temukan dalam makanan tinggi serat seperti kacang, brokoli, wortel, biji-bijian, dan buah-buahan segar.

Perbanyak Air Putih

Beberapa studi menunjukka bahwa air memiliki peran penting dalam menyehatkan pencernaan. Cukup air dapat membuat saluran pembuangan di tubuh Anda menjadi lunak dan itu artinya mencegah konstipasi.

Hindari Mengangkat Beban Terlalu Berat

Penelitian menunjukkan kelebihan beban pada tubuh bagian bawah, dapat menekan pembuluh darah di sekitar anus dan menyebabkan hemaroid. Jadi, ketika berolahraga angkat beban, ingat untuk bernapas secara teratur untuk meringankan beban dan tekanan pada kuartal belakang tubuh Anda.

Jangan Menahan BAB

Ketika di luar rumah, kita sering harus menahan keinginan untuk BAB karena alasan tidak ada toilet. Hal ini sebenarnya dapat meningkatkan risiko kekambuhan wasir. Menahan kotoran terlalu lama dapat membuatnya mengeras dan kering di dalam usus dan akhirnya susah untuk dikeluarkan, menurut Cleveland Clinic.

Jadi, upayakan untuk BAB sebelum bepergian atau berusahalah lebih keras mencari toilet umum saat muncul keinginan BAB ketika Anda jauh dari rumah.

Referensi:
http://health.kompas.com/read/2013/06/25/1438357/4.Cara.Mencegah.Ambeien
http://health.kompas.com/read/2013/06/25/1239472/Apa.Saja.Tanda.dan.Gejala.Wasir
http://health.kompas.com/read/2015/10/26/170300523/6.Cara.Wasir.Tidak.Kambuh.Lagi
http://health.kompas.com/read/2015/04/07/160000423/Jangan.Berlebihan.Makanan.Pedas.Juga.Memicu.Wasir
(diakses tanggal 23 Oktober 2015)

Tetanus, Penyebab dan Cara Pengobatannya

Paku adalah bahan yang tak tergantikan dalam dunia bangunan. Namun demikian, bahayanya juga tak kalah besar. Sangat mengherankan bahwa kita dapat membelinya secara bebas di toko bangunan dekat rumah kita. Padahal banyak orang beranggapan bahwa paku yang berkarat sangat berbahaya. Jika terluka olehnya maka akan terkena tetanus.

Ketika kita memaku, resiko palu mengenai jempol cukup besar. Demikian juga ketika kita mencoba memakai tembak-paku ternyata tidaklah lebih aman. Di internet cukup banyak berita yang meliput tentang cedera yang disebabkannya. Bahkan ketika Anda sedang di dalam mobil, resiko terkena musibah yang disebabkan oleh paku tetap ada. Dimulai dengan ban mobil misalnya.

Paku Berkarat
Foto: Paku Berkarat.

Tetanus Adalah …

Tetanus juga dikenal dengan sebutan lockjaw — (rahang terkunci) karena salah satu gejala awal adalah kontraksi otot sekitar area mulut, sehingga mulut menjadi kejang. Kontraksi otot tersebut dapat menjalar ke seluruh tubuh, bahkan terkadang saking hebatnya bisa menyebabkan patah tulang. Kejang dapat juga mengakibatkan sulit bernafas atau menelan sesuatu, serta termasuk gejala terkena tetanus adalah meneteskan air liur, marah-marah, demam, dan berkeringat.

Gejala-gejala ini biasanya muncul setelah 1 minggu sejak mulai terjangkit tetanus, meski dalam beberapa kasus juga terjadi hanya beberapa hari sesudah terjangkit, atau bahkan beberapa minggu sesudahnya. Tanpa perawatan, 1 dari 3 orang meninggal dikarenakan tetanus.

Vaksin tetanus biasanya sudah diberikan sejak masih bayi, namun efeknya dapat memudar sering dengan waktu. Oleh karena itu, orang dewasa sangat disarankan untuk imunisasi ulang setiap 10 tahun. Karena banyak orang yang enggan melakukannya, wajar jika 70 % kasus tetanus diderita oleh orang dewasa. Namun apakah benar-benar penyebabnya semata karena paku (atau benda lain) yang berkarat? Jika ya, mengapa bisa demikian? Dan jika bukan, lalu apa sebenarnya yang menyebabkan tetanus?

Penyebab Tetanus

Mitos yang mengatakan bahwa, “… kalau terkena paku karatan, kamu akan tetanus” adalah benar. Namun ingat, paku yang sangat bersih sekalipun, jarum jahit, atau sekedar cakaran binatang kesayangan juga dapat menyebabkan tetanus.

Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani, yang biasanya sering ditemukan di tanah, debu, dan kotoran hewan. Karena itu tukang kebun dan petani berisiko tinggi terkena bakteri tersebut. Bakteri itu bahkan seringkali ditemukan di kulit mereka. Meskipun orang perkotaan juga tidak sepenuhnya aman. Jalanan berdebu juga bisa mengandung bakteri yang sama banyaknya.

Ketika berada di tanah ataupun kulit, bakteri C. tetani tidaklah berbahaya karena ia hanya dapat berkembang biak dalam lingkungan tanpa oksigen. Sebuah luka tusukan, seperti menginjak paku misalnya, dapat menjadi lingkungan yang demikian. Dalam luka, C. tetani melepaskan suatu neurotoxin yang dikenal dengan nama tetanospasmin, yang mungkin merupakan racun paling berbahaya nomor dua setelah botulinum. Hanya perlu sedikit tetanospasmin yang masuk ke syaraf untuk membuat otot berkontraksi sehingga orang tersebut kejang-kejang.

Luka tertusuk paku berkarat
Luka tertusuk paku berkarat. (Ilustrasi)

Karat sendiri sebenarnya tidaklah mengandung bakteri C. tetani. Namun bila paku telah berada di luar ruangan cukup lama sehingga menjadi berkarat, mungkin paku itu terkena tanah yang mengandung bakteri. Lubang-lubang karat memberi tanah ruang tersembunyi, dan luka tusukan yang dalam memberi C. tetani tempat untuk melakukan pekerjaannya. Setiap luka yang berhubungan dengan tusukan dapat menjadi alasan untuk khawatir, meskipun benda penyebab luka tusuk tersebut terlihat sangat bersih. Ini termasuk luka tembak dan tusukan pisau.

Meskipun yang paling berisiko terkena tetanus adalah luka yang dalam, jangan abaikan luka yang hanya di permukaan. Setiap luka, mulai dari menjahit jarum dan alat berkebun hingga gigitan dan goresan binatang, berpotensi menyebabkan tetanus. Orang yang melakukan tato atau tindik juga berisiko terkena tetanus, seperti halnya pengguna narkoba suntikan.

Pengobatan Luka Tetanus

Jika Anda menginjak paku berkarat atau mengalami luka yang serupa, ingatlah bahwa spora C. tetani tahan terhadap antiseptik yang digunakan untuk membersihkan luka. Anda harus pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan antitoksin yang dikenal sebagai Imunoglobulin Tetanus.

Antitoksin tersebut harus diberikan segera setelah cedera karena hanya bisa melawan racun yang sedang beredar, bukan tetanospasmin yang mungkin telah menempel pada saraf. Bila tidak segera diobati maka penderita berisiko mengalami seluruh tubuh menjadi kaku.

Pengobatan ketat mencakup obat penenang, pelemas otot, berhari-hari dihabiskan di lingkungan yang tidak menstimulasi (yang memberi waktu sistem saraf untuk memulihkan kesehatan) dan bahkan mungkin dilakukan operasi.

(howstuffworks.com)