aljabar

Abu Kamil Shuja’ bin Aslam

Tokoh berikutnya yang juga berada pada Masa Keemasan Islam adalah ulama’ yang dijuluki Kalkulator dari Mesir: Abu Kamil Shuja’ bin Aslam. Beliau mulai bersinar setelah wafatnya al-Khawarizmi (tahun 850 M) dan sebelum al-‘Imrani (wafat tahun 955 M). Sehingga bisa dikatakan masa beliau adalah pada awal Abad X (kesepuluh).

Dunia Barat mengenalnya sebagai Auoquamel. Beliau adalah matematikawan pertama yang menggunakan bilangan irasional secara sistematis dan menerimanya sebagai sebuah jawaban dan koefisien dari suatu persamaan. Metode beliau kelak ternyata dipakai oleh Fibonacci dan membuat beliau dianggap sebagai salah satu tokoh yang berperan penting dalam mengenalkan aljabar ke benua Eropa.

…tokoh yang berperan penting dalam mengenalkan aljabar ke benua Eropa.

Abu Kamil merupakan tokoh penting dalam aljabar dan geometri. Dia adalah matematikawan Islam pertama yang menemukan cara mudah untuk menyelesaikan persamaan aljabar dengan pangkat lebih dari 2 (hingga pangkat 8).

Abu Kamil Shuja' bin Aslam

Beliau menyempurnakan karya al-Khawarizmi pada aljabar maupun matematikawan lain yang membahas bab-bab seperti pencarian dan penyusunan kedua akar dari suatu persamaan kuadrat; perkalian dan pembagian aljabar kuantitas; penambahan dan pengurangan akar; serta makalah tentang segilima dan segisepuluh (pengerjaan secara aljabar).

Beliau menyempurnakan karya al-Khawarizmi pada aljabar…

Risalah beliau tentang pengukuran segilima dan segisepuluh — yang dalam bahasa Arab berjudul Misahat al-Mukhamas wal muashar — tersedia di Istanbul dan dalam terjemahan Latin di Paris dan terjemahan ke dalam bahasa Ibrani, Jerman, Italia, dan sebagian terjemahan ke bahasa Rusia.

Karyanya yang berjudul kitab al-Jabr tersedia dalam berbagai manuskrip, seperti di Istanbul dan Berlin, dan juga dalam beragam bahasa dan terjemahan seperti Ibrani, Jerman, dan Inggris. Abu Kamil menulis Taraif al-Hisab (keanehan dalam aritmatika) yang tersedia namun tidak lengkap di Leiden. Terdapat terjemahan Latin yang lebih lengkap dari risalah ini di Paris, dan terjemahan bahasa Ibrani dari Spanyol.

Abu Kamil Shuja’ juga menulis tentang penghitungan warisan dengan cara akar dan warisan dengan cara aljabar. Beliau juga menyusun sebuah buku yang berisi soal-soal matematika tak hingga, sebuah risalah tentang pengukuran tanah, sebuah buku mengenai pengukuran dan geometri, buku tentang penggabungan dan pemisahan serta sebuah karya lain yang berjudul Kitab al-Kaafii.

Abu Kamil Shuja’ juga menulis tentang penghitungan warisan dengan cara akar dan warisan dengan cara aljabar. Beliau juga menyusun sebuah buku yang berisi soal-soal matematika tak hingga…

Matematika Abu Kamil digunakan secara luas oleh para penerusnya, baik muslim maupun kristiani Barat, seperti al-Karkhi dan Leonardo da Pisa. Terdapat beberapa studi modern yang membahas tentang Abu Kamil, diantaranya yang disusun oleh Weinberg dan Levey.

Sumber:
– Wikipedia.org.
– Foundation for Science Technology and Civilisation, Cairo, May 2005.