Sistem Pendidikan Terbaik Ada di 11 Negara Ini

Peringkat negara dengan sistem pendidikan terbaik dalam artikel ini disusun menurut laporan yang dirilis oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum – WEF).

Setiap tahun WEF menerbitkan laporan Tingkat Daya Saing Global. Laporan ini mengacu pada keadaan ekonomi dunia.

Data yang diamati sangat beragam. Mulai dari kesehatan perbankan hingga tingkat kenyamanan dunia usaha. Dari data tersebut kemudian diolah sehingga didapat gambaran tentang keadaan ekonomi suatu negara. Hampir seluruh negara diteliti dalam laporan ini.

Negara-negara itu lalu dibuat peringkat berdasarkan 12 parameter daya saing. Diantaranya meliputi keadaan ekonomi makro, infrastruktur, kesehatan, pendidikan dasar, serta daya serap tenaga kerja.

Sistem Pendidikan Terbaik
Sekolah di Alam Bebas. (Ilustrasi)

Dari data yang memuat tentang pendidikan tersebut disusunlah rangking negara teratas dalam hal sistem pendidikan. Yang menarik, dua negara besar yaitu Amerika dan Inggris, tidak masuk dalam daftar ini.

Berikut 11 negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik menurut WEF:

11. Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang paling baik dalam tingkat literasi, sains, dan matematika, diantara negara-negara yang tergabung dalam kelompok OECD.

Masa sekolah di Jepang adalah 6 tahun sekolah dasar, 3 tahun sekolah menengah pertama, lalu 3 tahun sekolah menengah atas sebelum mereka memutuskan untuk melanjutkan ke universitas.

Masuk sekolah menengah atas tidak diwajibkan namun persentase siswa yang melanjutkan ke SMA mendekati 98%.

10. Barbados

Pemerintah Barbados telah melakukan investasi besar-besaran dalam pendidikan. Hasilnya, tingkat literasi di negara pulau ini mencapai 98%, salah satu yang tertinggi di dunia.

Sekolah dasar ditujukan untuk siswa usia 4 sampai 11 tahun, dan sekolah menengah untuk yang berusia 11 hingga 18 tahun. Kedua tingkat sekolah ini mayoritas dimiliki dan dibiayai oleh negara.

9. Selandia Baru

Sekolah dasar dan menengah di Selandia Baru umumnya mencakup anak usia 5 hingga 19 tahun.

Ada tiga jenis sekolah menengah di negara ini:

Sekolah negeri, sebanyak 85% dari seluruh siswa di Selandia Baru masuk sekolah ini.

Sekolah integrasi negeri, yaitu sekolah yang dibina negara namun tetap dengan charter mereka yang khusus. Persentase siswa yang masuk sekolah ini sejumlah 12%.

Sekolah swasta, dengan porsi siswa sebanyak 3%.

8. Estonia

Pada tahun 2015 Estonia mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 4% dari GDP dari negara itu. Ini setara dengan sekitar Rp 13 Triliun.

Estonia memiliki Undang-undang Pendidikan Tahun 1992, yang menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah:

  1. Menciptakan kondisi yang mendukung pengembangan kepribadian, keluarga, dan bangsa;
  2. Menggalakkan pengembangan suku minoritas, ekonomi, politik, dan kehidupan yang berbudaya di Estonia serta pelestarian alam dalam konteks ekonomi dan budaya global;
  3. Mengajarkan tentang nilai-nilai kewarganegaraan; serta
  4. Menyiapkan prasarana demi terciptanya tradisi belajar sepanjang hayat di seluruh negeri.

7. Irlandia

Sekolah menengah di Irlandia kebanyakan dikelola swasta namun dibiayai oleh negara. Meskipun terdapat juga sekolah terpadu dan kejuruan negeri.

Namun laporan terbaru menunjukkan bahwa anggaran pendidikan negara Irlandia lebih rendah 15% dibanding anggaran pendidikan negara-negara berkembang. Laporan tersebut memberikan catatan bahwa sistem pendidikan negara bisa terpuruk di masa depan.

6. Qatar

Menarik melihat bahwa Qatar merupakan satu-satunya negara Arab yang masuk dalam daftar ini.

Pada tahun 2012 BBC melaporkan bahwa Qatar, salah satu pengekspor LNG terbesar selain Rusia dan Iran, telah menjadi salah satu pemain penting dalam bidang inovasi pendidikan. Qatar menggalakkan sejumlah besar proyek pendidikan, mulai dari program pengentasan buta huruf hingga penelitian universitas tingkat lanjut dengan anggaran fantastis.

Gedung Dewan Pendidikan Tertinggi - Qatar
Gedung Dewan Pendidikan Tertinggi – Qatar

Negara menyediakan alokasi anggaran yang sangat besar untuk bidang pendidikan. Ini bertujuan untuk meningkatkan standar pendidikan Qatar sesuai rencana mereka dalam Visi 2030. Visi tersebut memiliki tujuan agar Qatar dapat menjadi negara yang mandiri dan berkecukupan.

Sekolah yang dibiayai negara menyediakan sekolah secara gratis. Namun sekolah gratis ini hanya diperuntukkan bagi penduduk asli Qatar. Pendatang biasanya menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah swasta yang ada di sana.

5. Belanda

Menurut studi UNICEF tahun 2013, siswa Belanda merupakan murid yang paling bahagia di dunia. Belanda termasuk yang terdepan dalam hal tingkat kebahagiaan siswa di sekolah.

Sekolah di sana biasanya tidak banyak memberikan PR atau pekerjaan rumah. PR mulai lebih sering diberikan setelah siswa memasuki sekolah menengah. Laporan menunjukkan bahwa sedikit sekali siswa yang mengalami tekanan dan stres di sekolah.

Sekolah dibagi antara sekolah agama dan sekolah negeri yang “netral”, dengan hanya sejumlah kecil sekolah swasta.

4. Singapura

Siswa dari Singapura seringkali meraih skor yang tinggi dalam tes PISA – Programme for International Student Assessment. Tes ini mengukur kemampuan siswa dan membandingkannya dengan negara-negara lain.

Namun jeleknya, sekolah di Singapura dikenal sangat ketat. Siswa yang masih kecil sudah diberi tugas-tugas berat yang membuat mereka tertekan.

3. Belgia

Belgia memiliki empat jenis sekolah menengah yang berbeda yaitu:

  • sekolah menengah umum,
  • sekolah menengah teknik,
  • sekolah menengah kejuruan, dan
  • institusi pendidikan seni.

Pendidikan di Belgia mendapat prioritas tinggi. Anggaran pemerintah daerah sebagian besar dialokasikan untuk bidang pendidikan.

Sekolah dengan sistem terpadu, baik sekolah negeri maupun swasta, tersedia untuk semua anak yang berusia antara 4 hingga 18 tahun, dengan biaya yang sangat murah bahkan banyak yang gratis.

2. Swiss

Hanya 5% dari siswa di Swiss yang sekolah di lembaga pendidikan swasta. Sedang sisanya masuk sekolah negeri.

Bahasa pengantar yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar berbeda-beda. Tergantung daerah masing-masing. Umumnya bahasa yang digunakan adalah bahasa Jerman, Prancis, dan Italia.

Setelah lulus sekolah dasar, siswa kemudian digolongkan berdasarkan kemampuan.

1. Finlandia

Finlandia memang sering masuk rangking teratas dalam peringkat sistem pendidikan terbaik dunia. Negara ini terkenal dengan sistem pendidikan yang tidak menerapkan penilaian terhadap siswanya.

Perpustakaan Kota Oulu - Finlandia
Perpustakaan Kota Oulu – Finlandia

Semua siswa belajar dalam kelas yang sama meskipun kemampuan mereka secara akademis berbeda. Dengan kata lain, tidak ada kelas unggulan di sini. Hasilnya, perbedaan kemampuan antara siswa yang terendah dan yang paling pintar tergolong yang paling kecil di dunia.

Sekolah-sekolah di Finlandia hanya memberi pekerjaan rumah yang sangat minim. Tes wajib untuk siswa juga hanya satu kali, yaitu saat mereka sudah berusia 16 tahun.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *